Bacang

Bacang, atau yang juga dikenal dengan nama bakcang/Zòngzi/粽子, merupakan sebuah makanan tradisional khas Cina. Bacang terbuat dari ketan yang diisi dengan daging babi yang dimasak dengan kecap, kemudian dibungkus dengan daun bambu dan direbus.

Setiap tanggal 5 pada bulan 5 dalam penanggalan Cina, festival Peh Cun (Duan Wu Jie/端午節) dirayakan. Hari Peh Cun dirayakan untuk memperingati Qu Yuan.

Qu Yuan adalah seorang perdana menteri hebat yang dikenal atas kebaikan dan kebijakannya. Namun, ada sebagian orang yang tidak suka padanya dan mengatakan hal-hal buruk tentangnya sehingga raja mencabut jabatannya dan mengusir Qu Yuan. Qu Yuan sangat sedih dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menenggelamkan diri di Sungai Miluo. Setelah kepergian Qu Yuan, rakyat Cina menjadi sedih dan memutuskan untuk melindungi tubuh Qu Yuan agar tidak dimakan oleh ikan-ikan dengan cara melemparkan bacang ke sungai.

Pada suatu hari, seorang nelayan bermimpi. Dalam mimpinya, Qu Yuan mengatakan bahwa bacang yang dilemparkan oleh warga tidak dimakan oleh ikan-ikan, tetapi dimakan oleh naga. Qu Yuan mengatakan bahwa naga takut dengan daun bambu dan tali 5 warna. Qu Yuan menambahkan bahwa apabila bacang dibungkus dengan daun bambu dan diikat dengan tali 5 warna tersebut, tubuhnya akan aman dan terlindungi.

Setelah hari itu, masyarakat Cina terus memperingati hari Peh Cun setiap tanggal 5 bulan 5. Bahkan, bacang kini sudah menjadi makanan yang umum ditemukan di Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s