Penyuluhan Keamanan Pangan

Penyuluhan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi pada tanggal 13 Juli 2016 ini membahas 2 topik utama, yaitu Higienitas dan Sanitasi Pengolahan Pangan, serta Keamanan Pangan IRT.

Sanitasi dan higienitas dibawakan oleh Bapak H. Deni Riswanto, AMK, S.Kep. pada kesempatan ini, Pak Deni lebih membahas mengenai kasus-kasus yang terjadi di wilayah Sukabumi. Berdasarkan tingkat kebersihan, makanan digolongkan menjadi 3, makanan tidak bersih, bersih, dan bersih dengan higiene. Umumnya, penjual hanya memikirkan laba semata dan tidak memperhatikan bahaya yang ditimbulkan apabila makanan yang dijualnya tidak diolah secara tepat. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi sering mengadakan sidak dan pembinaan terhadap penjual di pinggir jalan. Namun, umumnya tidak semua penjual mau dibimbing dan dibina. Hal ini yang menyebabkan masih begitu banyaknya makanan tidak sehat yang dijual di wilayah Sukabumi.

Salah satu topik pembinaan yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi adalah mengenai Makanan Jajanan Anak Sekolah, yaitu berfokus pada pedagang yang sering menjajakan dagangannya di sekolah. Salah satu contoh kasus penyidakan adalah sosis yang dilapisi telur dan dicelupkan ke dalam saus. Penyidakan berhasil menemukan bahwa telur yang digunakan oleh penjual adalah telur afkir, yaitu telur yang gagal dieram dan harganya lebih murah. Selain itu, sosis yang digunakan juga merupakan sosis dengan harga Rp 4000,- per bungkus dimana harga ini sangat tidak rasional untuk sebuah sosis sapi maupun ayam. Minyak yang digunakan untuk menggoreng juga merupakan minyak curah, bahkan ada yang ditambahkan dengan solar agar lebih hemat. Cara penggorengannya pun dilakukan dengan bantuan plastik dengan alasan agar makanannya renyah. Saus yang digunakan pada sosis juga merupakan saus dengan pewarna tekstil. Setelah itu, masih dalam keadaan panas, sosis telur yang sudah dilapisi saus dimasukkan ke dalam plastik tidak tahan panas. Dari sini dapat kita lihat bahwa pedagang jalanan tidak memiliki pengetahuan luas mengenai sanitasi dan keamanan pangan, dan hanya berfokus pada laba semata. Akan menjadi sangat berbahaya apabila banyak anak sekolah yang mengkonsumsi makanan tersebut dalam jangka waktu yang lama, dimana akan berisiko timbulnya berbagai penyakit.

Bahaya yang umum disebabkan akibat keracunan makanan atau mengkonsumsi makanan tidak sehat sangat komprehensif. Mulai dari masuknya makanan ke dalam mulut, semakin lama gigi akan berubah warna. Pada dasarnya, gigi memang akan berubah warna seiring bertambahnya usia. Namun, apabila mengkonsumsi makanan tidak sehat, gigi akan lebih cepat mengalami perubahan warna. Setelah itu, makanan dikunyah dan ditelan, dapat menyebabkan penyakit tonsilitis atau infeksi amandel. Umumnya disebabkan karena makanan terlampau panas atau pedas sehingga tidak dapat diterima oleh tubuh. Makanan yang sudah ditelan kemudian dicerna oelh lambung dan usus. Diare, maag, sakit perut adalah hal yang paling umum disebabkan karena konsumsi makanan kotor dan tidak sehat. Oleh karena itu, Bapak Deni menganjurkan untuk selalu mengonsumsi makanan sehat. Apabila ingin membeli makanan di pinggir jalan maka usahakan untuk memilih makanan yang minimal tergolong ke dalam kategori bersih.

Apabila dilihat dari segi produksi, tidak sedikit juga industri rumah tangga yang tidak menerapkan sanitasi dan higiene. Dari beberapa kasus yang sudah pernah ditemui, berikut adalah saran yang diberikan:

  1. Jangan menggabungkan tempat produksi dengan hewan
  2. Jangan mencuci bahan baku menggunakan air kotor, gunakan air mengalir
  3. Wadah yang digunakan sebagai alas produksi harus bersih dan tidak boleh yang dapat bereaksi dengan makanan. Jangan menggunakan karet latex karena pada suhu panas, karet dapat menempel ke makanan. Gunakan keramik sebagai alas yang paling baik.
  4. Jangan produksi makanan saat sedang sakit

Ada kalanya konsumen tidak dapat mengontrol produsen dalam membuat makanannya. Hal yang harus kita terapkan untuk menghadapi hal ini adalah menerapkan proses pengolahan yang maksimal agar makanan yang dikonsumsi tetap aman. Seperti contoh, memasak sampai matang, serta menggunakan kemasan yang aman (bukan styrofoam atau plastik tidak tahan panas).

Topik kedua yang dibawakan dalam penyuluhan adalah hal-hal yang harus diketahui dan diterapkan pada produk sebelum mengajukan perizinan PIRT. Sesi ini dibawakan oleh Bapak Robi Djauhari. Materi yang dibawakan adalah sebagai berikut:

  1. Peraturan perundang-undangan
  2. Teknologi pangan untuk IRTP
  3. Bahan Tambahan Pangan
  4. Kemasan dan Label Pangan IRTP
  5. Penerapan CPPB-IRT

Label pangan harus memuat beberapa hal seperti nama produk, berat bersih, komposisi, alamat produsen, tanggal kadaluarsa, kode produksi, dan nomor PIRT. Label merupakan hal yang dilihat konsumen dalam menentukan keputusannya untuk membeli suatu produk. Oleh karena itu, label harus dibuat semenarik mungkin, mudah dibaca, dan tidak luntur. Label juga tidak boleh bersifat menyesatkan baik dalam hal gambar maupun tulisan. Dalam label pengajuan PIRT, tidak boleh tercantum khasiat produk. Menentukan tanggal kadaluarsa juga harus diberi selang waktu antara saat produksi hingga suatu kerusakan terdeteksi. Seperti contoh, dalam pengujian 1 minggu, sebuah produk masih enak. Minggu ke dua, produk sudah tengik dan tidak enak. Artinya, tanggal kadaluarsa produk adalah 1 minggu. Kode produksi juga merupakan kode unik yang dibuat sendiri oleh produsen. Kode produksi memuat tanggal dan batch produksi, dimana kode ini merupakan kode unik yang tidak boleh diketahui oleh IRT lain. Kemasan yang digunakan untuk membungkus makanan juga dibedakan menjadi 3, yaitu kemasan primer, sekunder, tersier, dan kuarterner. Disisi lain, berdasarkan masa pakai, kemasan dibagi menjadi 3 yaitu sekali pakai, semi dispossable, dan dipakai berulang. Apabila dikaitkan dengan keripik singkong Minjai, maka kemasan yang digunakan adalah kemasan primer sekali pakai, karena kemasan yang digunakan langsung kontak dengan makanan dan hanya sekali pakai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s