Label dan Merek

Dalam era perdagangan global, setiap produk harus memiliki merek, label, dan dikemas dalam kemasan yang baik sehingga mempermudah transaksi jual-beli antara produsen/pedagang dengan konsumen. Menurut Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001, merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Selain itu, merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999, label pangan adalah setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan. Disisi lain, menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK 00.05.55.6497, kemasan pangan adalah bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus pangan baik yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak. Ada beberapa jenis kemasan pangan, yaitu plastik, keramik, gelas, karet, elastomer, kertas, karton, dan lain-lain.

Pemilihan merek yang baik harus dapat mempengaruhi kecepatan konsumen untuk mengingat dan sadar akan merek tersebut serta meningkatkan gambaran/image dari merek tersebut (Shimp, 2006). Menurut Shimp (2006), merek yang baik merupakan merek yang mampu membedakan dengan produk lainnya dan memiliki daya saing yang baik, mendeskripsikan atribut atau manfaat dari suatu produk, selaras dengan logo maupun desain produk atau kemasan, mudah diingat dan diucapkan, dan cocok untuk pemasaran baik dalam maupun luar negeri.

Label pangan yang digunakan sebagai pemberi informasi dari produk yang diperdagangkan dibuat dengan sesederhana mungkin, mudah dibaca, dan dipahami sehingga mempermudah penyampaian informasi kepada konsumen. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan pasal 3 ayat 2, label harus memiliki setidaknya 5 keterangan, yaitu nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih atau isi bersih, nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan ke dalam wilayah Indonesia, serta tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s